PusatInformasiAswaja - Akibat terjadinya penyerangan terhadap kaum muslimin demonstran Aksi Bela Islam II di Jakarta, FPI Aceh Menuntut Jokowi Bertanggung Jawab
Kami mewakili Ulama Aceh dan FPI aceh mendesak Jokowi harus bertanggung jawab atas penyerangan ummat Islam dg Gas Air Mata pada aksi bela islam tgl 4 nopember 2016 di depan istana.
Kami sangat kecewa dengam sikap jokowi yang tidak peduli dengan tuntutan rakyat untuk menghukum penista agama.
Apakah jokowi tidak pernah baca di berbagai media bahwa seluruh indonesia terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh ummat islam yangg menuntut ahok diproses secara hukum dengan cepat dan MUI udah keluarkan fatwa bahwa perkataan ahok itu telah menghina al quran.
Wahai jokowi itu yg demo diberbagai daerah tidak ada kepentingan dengan pilkada dan tidak ada urusan dengan kepentingan politik tapi kami ummat islam punya hak juga di negeri ini karena negeri ini diperjuangkan oleh nenek kami dengan darah dan nyawa maka jokowi harus hargai ummat islam jangan anggap kami anjing menggong gong kafilah berlalu .
Jangan si ahok yg pendatang yg kafir dibela mati matian. Kami ragu ada apa jokowi dengan ahok apakah ada hubungan saudara atau ada hubungan lain, dan juga kami kecewa terhadap kabinet jokowi kenapa tidak menyampaikan kepada jokowi bahwa ummat islam seluruh indonesia sudah sebulan menyuarakan dimana mana agar ahok segera ditangkap.
Apa bapak telah menutup mata dan telinga terhadap kemauan ummat islam dan kemarahan ummat islam .
Karena keterlambatan jokowi menangani masalah ini sehingga kami dari berbagai macam penjuru negeri ini dengan biaya sendiri turun ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutan kami kepada presiden kami datang dengan baju putih kami mulai dari masjid tanpa kami bawa senjata tanpa kami bawa batu dan lain nya untuk merusak kami nggak bawa satu pisau pun tapi kenapa kami dan ulama kami dan guru kami ditembak dengan gas air mata apakah istana itu milik pribadi jokowi dan apakan jalan raya depan istana itu milik pribadi jokowi sehingga kami di usir dg gas beracun dengan alasan untuk membubarkan massa kami bisa diracuni sembarangan apakah kami di anggap babi liar atau hama yg bisa di racuni sembarangan.
Kami juga kecewa terhadap sikap polisi yg tega meracuni ummat islam dengan gas air mata sehingga ummat islam harus lari dalam keadaan jatuh bangun .
Sungguh biadab jutaan ummat islam pribumi tega diracuni demi ahok kafir pendatang, maka kami atas nama bangsa Aceh yg telah menyumbang besar untuk kemerdekaan indonesia nenek kami tak pernah lelah dalam melawan belanda nenek kami telah menyumbang emas untuk beli pesawat agar sukarno bisa keliling dunia untuk diplomasi.
Yang beli pesawat seulawah dara bukan nenek si ahok tapi nenek kami maka kami tidak bisa terima di kala kami orang aceh sekali kali datang kedepan istana untuk menyampaikan aspirasi ummat islam kami di usir dengan racun sehingga pemuda aceh banyak yg menahan sakit akibat sesak sungguh biadab.
Maka jangan salah kan kami jika kami kecewa tapi ahok dan jokowi yg buat kami kecewa bila NKRI runtuh bila bhineka tunggal ika ternodai itu keselahn jokowi karena menutup mata dan telinga dikala ummat islam bersuara.
Ttd Tgk muslim at thahiri. Saya bicara ini mewakili pimpinan pesantren di aceh dan mewakli fpi aceh dan mewaklili keluarga besar cut nyak mutia pahlawan nasional.
0 comments: