PusatInformasiAswaja - Saat terjadinya kerusuhan tanggal 4 November 2016 lalu, Kapolri sudah memerintahkan dengan tegas agar tembakan dihentikan. Namun para petugas tidak peduli. Mereka terus menembak yang banyak menjatuhkan korban. Tembakan gas air mata yang membuat sebahagian pendemonstran terkena membuat mereka menjadi korban keganasan tembakan gas air mata.
Sungguh aneh, Kenapa bawahan tidak patuh pada atasannya? Padahal di dunia kepolisian dan militer biasanya para bawahan selalu patuh pada komando atasan.
Keanehan ini menimbulkan pra-duga yang tak terhindarkan : Ada KOMANDO LAIN pada insiden kerusuhan tersebut. Namun kita belum tahu, siapa ORANG LAIN tersebut. Yang jelas, dia pasti orang yang SANGAT KUAT pengaruhnya. Lebih kuat dari Kapolri.
Siapakah dalang dibalik ini semua ini?
Wallahu 'alam. AllahuAkbar

0 comments: