Monday, October 24, 2016

Astaghfirullah !!! Kisah seorang Syiah yang merasa diri nya benar !

pusatinformasiaswaja.blogspot.com - Pada suatu hari ada 2 dua orang pemuda yang duduk berdua, yang satu pemuda aswaja dan satu lagi syiah. Bisa di bilang mereka berdua begitu dekat bagaikan sahabat, akan tetapi akidah dan keyakinan mereka berdua berbeda. Awal nya terjadi perdebatan antara kedua pemuda ini di karenakan soal Imam Fiqih mereka. 
Si pemuda aswaja bertanya kepada pemuda syiah, siapakah imam fiqih yang dia ikuti. Ketika dia (pemuda syiah) menjawab siapa imam, dan terjadi lah perdebatan antara mereka berdua. Pemuda syiah pun berkata "Imam sebenar nya itu adalah Ali bin Abi Thalib, tidak ada imam lain, imam lain seperti Imam Syafi'i dan 3 Imam lain  itu tidak ada, para Imam itu hanya merebut kekuasaan saja." seru pemuda syiah itu. Pemuda aswaja hampir naik pitam karena perkataan pemuda syiah itu. Pemuda syiah itu pun terus melanjutkan perkataan nya "Islam sebenar nya itu bukan karena para 4 Imam Mazhab itu, jadi kita tidak perlu percaya terhadap 4 Imam Mazhab itu. Islam itu di bawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW dan di teruskan oleh sahabat nya yaitu Ali bin Abi Thalib, Beliau (Ali bin Abi Thalib) lah yang paling mengetahui bagaimana Rasul kita mengerjakan Shalat, Zakat, dan perbuatan lainnya. Jadi apa alasannya kita harus mempercayai 4 Imam Mazhab itu, sedangkan mereka lahir jauh tahun setelah Baginda Nabi Muhammad SAW wafat. Mereka hanya belajar dan mendegar dari pada guru mereka, mereka tidak melihat nya secara langsung. Apalagi Imam Syafi'i yang lahir 100 tahun setelah wafat Nabi, untuk itu kenapa kita tidak harus percaya kepada 4 Imam Mazhab ini. Tetap yang paling benar itu adalah yang mengikuti Imam Ali bin Abi thalib, selain itu mereka hanya di bodohi dengan 4 Imam mazhab itu. Tentang aliran, tidak ada Nabi bilang bahwa Ahlusunnah Waljamaah lah yang akan masuk surga, mereka yang menafsirkan seperti itu hanya yang tidak pandai menafsirkan. Aliran yang masuk surga seperti kata Nabi yaitu yang mngikuti Sunnah-Nya, jadi bukan mereka (aswaja) yang akan masuk surga. Yang menentukan masuk surga dan neraka adalah Allah, bukan orang yang sok tahu. Para Ulama sekarang pun banyak yang memikirkan uang saja, bukan dipikirkan nya umat.
Pemuda Aswaja pun seketika pergi meninggal kan permuda syiah itu, karena bagi nya tidak ada manfaat jika dia berdebat atau menjawab pernyataan dari pemuda syiah yang bodoh itu.

Kisah ini di ambil dari fakta yang ditemukan, bukan fiktif belaka.

Wallahu'alam, semoga Allah memaafkan permuda syiah itu.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: