PusatInformasiAswaja - Kejahatan Terstruktur Melepaskan Agama Pada Generasi Muda
Program hebat kembali digulirkan, anak sd dan smp akan sekolah penuh sampe sore.
Mereka akan dididik penuh agar menjadi manusia pintar dalam mengarungi dunia modern.
Sayang seribu sayang, pola pendidikan ini akan berefek tentang moralitas bangsa kedepan.
Bagaimana tidak, para ustad guru2 TPQ sdh sangat merasakan akibat dari kegiatan extra anak-anak kelas 6 SD yg diwajibkan bimbel/ bimbingan belajar.
Mereka tidak lagi mengikuti kegiatan TPQ yg membina anak-anak tentang agama dan moralitas karena terlalu lelah di forsil sehari penuh dalam mengejar ilmu sebab mendekati ujian selama satu tahun.
Dan karena terbiasa meninggalkan mengaji mereka pun malas untuk kembali belajar agama.
Lalu bagaimana bila anak-anak SD dan SMP di berlakukan full day school / sehari penuh mrk sekolah? Dimana jaminan sekolah pemerintah untuk memberikan ilmu agama? Yg jelas hingga saat ini sekolah pemerintah hanya memberikan 2 jam waktu dalam seminggu untuk pendidikan agama?
Entah program kemajuan atau memunduran? Yg jelas para ulama merasakan ini program pembodohan dalam segi agama. Dimana moralitas semakin hancur, maka sekalian dihancurkan. Ujar Tgk.Muslim At-Thahiri (Ketua FPI ACEH)
"Ketika anak-anak kelelahan sewaktu pulang sekolah akibat program School Fullday, maka mereka akan merasa malas untuk pergi mengaji malam atas alasan lelah" (Admin)
(Sang_Laskar)
0 comments: