Tuesday, July 26, 2016

Mekanisme Media Goblok Menuduh FPI Intoleran Terhadap Kuliner Budaya Batak

PusatInformasiAswaja - 2 hari yg lalu tgl 24 juli telah terjadi demo oleh ormas2 islam tentang restoran babi di kantor bupati dan dprd deli serdang.  Ormas islam sepakat untuk menutup restoran tersebut melalui proses/ mekanisme yg berlaku di NKRI.  Mulai dr permohonan pada pihak terkait hingga demonstrasi.

Setidaknya 13 Ormas islam yg ikut dalam aksi tsb ada fpi adalah satu diantaranya. 

Sebagaimana biasa para jurnalis dgn IQ JONGKOK tidak mampu menyerap,  atau menangkap substansi permasalahan yg disuarakan ormas islam.  Bisa dimaklumi karena sebagai media lacur mereka hanya inginkan wartawan yg tdk mampu mencerna permasalahan alias jurnalis gagal faham atau dgn dengan bahasa awam GOBLOK!!!

1. Permasalahan yg muncul adalah rumah makan daging babi di lingkungan 3 desa dan 1 kelurahan . Jadi penolakan itu atas dasar masyarakat yg tdk setuju terhadap berdirinya tempat itu yg tdk sesuai dgn kebutuhan sekitarnya.

2. Media lacur mengangkat berita ini seakan hanyalah FPI sebagai aktor penolakan.  Sedangkan dalam demonstrasi terdapat banyak ormas tergabung dalam GEMAS.  Jd wajar kalo wartawan IQ JONGKOK tidak mampu memahami substansi permasalahan,  krn membedakan ormas gabungan dan fpi saja mata mereka tidak mampu.

3. Munculnya surat terbuka ke jokowi tentang fpi menolak kuliner masyarakat Medan.  Netizen pun digiring oleh opini bahwa fpi menolak adat/kebiasaan masyarakat,  jadi fpi intoleran, sehingga muncul group abal2 bubarkan fpi di Sumatera.  Serta web abal - abal tanpa kejelasan dimana kantornya pun ramai bermunculan untuk menggiring opini masyarakat khususnya non muslim agar menimbulkan keresahan. 

Inilah rangkaian / mekanisme kerja media untuk menggiring masyarakat,  dan akan terus menerus mereka lakukan,  karena kombinasi wartawan IQ JONGKOK DAN MEDIA DONGOK akan seirama simbiosis mutualisme keuangan.

Bagaimana pendapat anda?

(Sang_Laskar)

Previous Post
Next Post

post written by:

1 comment: