PusatInformasiAswaja-Sebuah bom
bunuh diri meledak di Kota Madinah pada Senin (4/7) petang waktu setempat . Pengamat
terorisme, Harits Abu Ulya menuturkan, berdasarkan opini yang berkembang,
ledakan tersebut merupakan aksi bom. Kendati, belum ada rilis resmi dari
pemerintah Arab Saudi. Peristiwa tersebut merupakan rangkaian ledakan, setelah
terjadi di Kota Qatif dan Jeddah, Arab Saudi dalam waktu kurang dari 24 jam.
Peneliti
Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Selasa (5/7) itu mengatakan, ISIS
mencoba melibatkan banyak negara dalam konfliknya dengan cara melakukan
sejumlah aksi teror oleh para simpatisannya. Namun dia menganalisa, jika benar
dalang dibalik serangan tersebut ISIS, maka hal itu sangat kontra produktif.
Sebab, tindakan itu akan menjadikan posisi ISIS sulit, karena dimusuhi oleh
dunia Islam.
"Tapi
kalau ini betul (ISIS), dipaksakan, maka pihak ISIS ingin menarik Arab Saudi,
dalam pusaran perang yang lebih besar. Jadi itu yang mereka lakukan dan Tentu
dengan pilihan Madinah, dengan momentum Ramadhan, tentu ada target politik yang
jauh lebih besar. Yang paling masuk akal, menarik banyak negara untuk masuk
dalam perang besar Suriah, dalam catatan kalau benar itu pelakunya ISIS,"
jelasnya.

0 comments: