Sunday, June 12, 2016

Hukum Peusijuek Menurut Abu Mudi


Tepung tawar/Peusijuek adalah salah satu prosesi dalam acara adat Melayu, yang biasanya dilakukan pada acara pernikahan, sunatan, menabalkan nama, menyambut jemaah haji, syukuran, menyambut tamu agung, dan lainnya.
Nama tepung tawar ini sendiri diambil dari salah satu bahan yang ikut dalam ramuan tepung tawar itu, yakni berupa tepung beras yang dicahar dengan air. Acara tepung tawar ini dilakukan dengan diiringi lantunan shalawat Nabi dan Marhaban. Adapun bahan-bahan tepung tawar itu adalah :

1.Bunga setaman. Maknanya adalah agar yang ditepung tawari menjadi harum namanya, laksana bunga itu.

2.Beras kuning. Maknanya adalah agar yang ditepung tawari menjadi kaya, mulia dan bijaksana di masa depan.

3.Daun sidingin-dingin. Maksudnya adalah supaya yang ditepung tawari itu kelak selalu aman tentram peri kehidupannya.

4.Air. Niatnya adalah mendoakan semoga yang ditepung tawari selalu sehat wal afiat.

5.Tepung beras. Tujuannya adalah mendoakan agar yang ditepung tawari sentiasa putih suci hatinya, terhindar dari sifat iri, dengki, hasud, tamak, dendam, riya, dan berbagai penyakit hati lainnya.

6.Balai-balai atau gorai. Maknanya adalah agar yang ditepung tawari selalu berkecukupan makanan

Bagaimana Hukumnya melakukan Tepung Tawari menurut Hukum Islam ???
Ini dia penjelasan Abu Mudi mengenai hukum menepung tawari atau peusijuek (bahasa aceh) menurut pandangan islam
Sumber : https://www.alhaq.xyz//
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: