Saturday, June 25, 2016

ARTI PENTINGNYA PENGAJIAN KITAB MINHAJ DIKALANGAN DAYAH

Ibnu Hajar dan Ibnu ‘Alan dalam suatu riwayat mengatakan, diantara kitab-kitab al-Nawawi, kitab Minhaj al-Thalibin merupakan salah satu rujukan fatwa dalam mazhab Syafi’i setelah kitab Majmu’ Syarah al-Muhazzab, al-Tahqiq, al-Tanqih dan al-Raudhah.
Kitab al-Minhaj merupakan sebuah kitab fiqh yang sangat penting dan dianggap mu’tamad dalam Mazhab Syafi’i. Dengan mempelajari kitab ini, kita dengan mudah akan mengetahui mana yang merupakan pendapat Syafi’i dan mana yang merupakan pendapat para pengikutnya yang didasarkan kepada ushul Syafi’i dan juga dengan gamblang diketahui perbedaan pendapat, baik antara qaul Syafi’i sendiri maupun perbedaan pendapat dikalangan para pengikutnya dan sekaligus mengetahui pendapat mana yang rajih di antara pendapat-pendapat yang ada, sehinggga tidak heran jika kitab ini mendapat perhatian besar dikalangan ulama-ulama Syafi’iyah mutaakhirin. 
Karena kebesaran kitab al-Minhaj ini, maka banyak para ulama Syafi’iyah setelah beliau yang mensyarah, meringkasnya dan bahkan membuatnya dalam bentuk nadham sebagaimana terlihat dalam uraian sebelumnya. Mempunyai kedudukan yang utama dalam Mazhab Syafi’i, tidak lain adalah karena pengarang kitab ini sendiri mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam fatwa. Imam al-Nawawi, pengarang kitab ini dalam Mazhab Syafi’i merupakan seorang mujtahid tarjih yang fatwanya menjadi acuan dalam pengamalan, bahkan apabila bertentangan pendapatnya dengan pendapat ulama Syafi’iyah lainnya, maka pendapat al-Nawawi-lah yang harus diamalkan dan dianggap sebagai mazhab. Sehingga banyak para santri dayah yang telah lama mengaji sangat menantikan bisa membaca kitab yang sangat luar biasa ini.

Kelebihan beliau dalam ilmu pengetahuan agama juga diikuti oleh kelebihan dalam pengamalan dan ketaqwaan. Hal ini terbukti dengan terjadinya beberapa kelebihan dalam bentuk karamah, antara lain sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu al-Naqib bahwa telunjuk jari beliau bersinar ketika padam lampu yang menyinari beliau saat beliau mengarang kitab.

penulis : bangpall
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: